Evaluasi dalam Pendidikan Islam

  1. Pengertian dan Tujuan Evaluasi Pendidikan

Secara harfiah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, evaluation, yang berarti penilaian dan penaksiran (John M.Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, hlm.220.) . Dalam bahasa Arab, dijumpai istilah imtihan yang berarti ujian, dan khataman yang berarti cara menilai hasil akhir dari proses kegiatan. Selanjutnya evaluasi dapat diartikan sebagai proses membandingkan situasi yang ada dengan criteria tertentu dalam rangka mendapatkan informasi dan menggunakannya untuk menyusun penilaian dalam rangka membuat keputusan.

Jika dihubungkan dengan pendidikan, maka evaluasi pendidikan berarti suatu proses penilaian atau penaksiran terhadap kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan pendidikan, terutama peserta didik untuk tujuan pendidikan. Dengan evaluasi ini, maka suatu kegiatan dapat diketahui atau ditentukan tarap didik dalam menyampaikan materi pelajaran, menemukan kelemahan yang dilakukan, baik berkaitan dengan materi, metode, fasilitas, sarana prasarana, lingkungan, dan lain sebagainya.

Dengan evaluasi tersebut, maka dapat diketahui kadar pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian, dan mengajak peserta didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan, dan mengetahui pula tingkat perubahan perilakunya. Selain itu, evaluasi bertujuan mengetahui siapa di antara peserta didik yang cerdas dan kurang cerdas dan dilakukan tindakan yang tepat bagi mereka. Bagi peserta didik yang cerdas dapat diberikan pelajaran tambahan yang meningkatkan kecerdasannya, dan bagi yang kurang cerdas dapat diberikan perhatian khusus dalam rangka mengejar kekurangannya. Lebih dari itu, sasaran evaluasi tidak hanya bertujuan mengevaluasi pendidik, materi pendidikan, proses penyampaian materi pelajaran, dan berbagai aspek lainnya yang berkaitan dengan materi pendidikan. Hal ini perlu dilakukan, karena antara satu komponen pendidikan dengan komponen yang lainnya saling berkaitan. Satu komponen pendidikan yang lemah akan berpengaruh terhadap komponen pendidikan yang lainnya. Demikian sebaliknya, jika satu komponen pendidikan kuat, maka akan berpengaruh terhadap hasil pendidikan.

Setiap lembaga pendidikan diperlukan adanya tim evaluasi, penelitian dan pengembangan, dengan tugas pokok menilai, mengkaji dan meneliti berbagai komponen pendidikan yang diselenggarakan untuk dicari kekurangan dan kelebihannya Sebagai titik tolak untuk melakukan perbaikan dan pembaruan dalam rangka melakukan peningkatan dan pengembangan. Dengan cara demikian, maka keberadaan lembaga pendidikan tersebut akan tetap eksis sepanjang zaman.

 

  1. Unsur-unsur Evaluasi serta Kedudukannya dalam Pendidikan dalam Islam

Evaluasi dan pengembangan pendidikan sebagaimana tersebut di atas amat dipentingkan dan diperhatikan dalam islam. Hal ini misalnya, dapat dipahami dari ayat sebagai berikut:

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakanya kepada para malaikat, lalu Allah berfirman: “ Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu, jika kamu, memang orang-orang benar.” Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (QS. Al-Baqarah (2):31-32)

Jika ayat tersebut dihubungkan dengan kegiatan evaluasi dan pengembangan dalam pendidikan, maka dapat dikemukakan beberapa unsur evaluasi sebagai berikut. Pertama, unsur evaluator dan pengembangan, yang dalam hal ini Allah SWT, yang sekaligus merangkap sebagai guru yang mendidik Nabi Adam as. Kedua, unsur yang dievaluasi dan dikembangkan yang dalam hal ini nabi Adam as., yang juga sebagai murid yang mendapatkan pelajaran dari Allah SWT. Ketiga, unsur materi yang dievaluasi dan dikembangkan yang dalam hal ini adalah segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Allah SWT kepada Nabi Adam as,. Keempat, unsur kesahihan hasil evaluasi, yang dalam hal ini pengakuan dan penilaian yang jujur dari para Malaikat yang mengakui kemampuan Nabi Adam as,. Sebagai hasil didikan yang diberikan oleh Allah SWT. Kelima, unsur pengakuan terhadap hasil evaluasi dan pengembangan, yang dalam hal ini para Malaikat menyatakan hormat dan appreasi yang tinggi terhadap Nabi Adam as,.

Contoh ayat dan hadis yang dipahami sebagai yang ada hubungannya dengan evaluasi dan pengembangan tersebut, menunjukkan bahwa evaluasi dan pengembangan sangat dipentingkan dalam proses pendidikan. Karena itu, pada setiap kali melakukan pendidikan, seorang guru hendaknya tidak melupakan kegiatan evaluasi dan pengembangan.

 

  1. Macam-macam Evaluasi Pendidikan Islam

Dilihat dari segi fungsi dan tujuannya, evaluasi dan pengembangan pendidikan Islam terdiri dari berbagai macam sebagai berikut. Pertama , evaluasi formatif. Evaluasi ini ditujukan untuk mengetahui hasil kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan guru dan dicapai peserta didik. Kedua, evaluasi sumatif, yaitu evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam suatu caturwulan, satu semester atau akhir tahun, dalam rangka  menentukan jenjang berikutnya. Ketiga,  evaluasi placement (penempatan peserta didik sebelum mengikuti pelajaran, serta menentukan bidang studi atau jurusan yang akan dipilihnya. Keempat, evaluasi diagnosis, yaitu evaluasi yang ditujukan untuk mengetahui dan menganalisis tentang keadaan peserta didik, baik yang berkenaan dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi, maupun hambatan yang dijumpai dalam kegiatan belajar mengajar.

 

  1. Syarat-syarat dan Prinsip-prinsip Evaluasi

Sebuah kegiatan evaluasi harus memiliki syarat-syarat agar hasil evaluasi tersebut dapat diakui kesahihannya, dan harus pula memiliki prinsip-prinsip agar hasil evaluasi tersebut dapat mencerminkan keadaan yang sesungguhnya, dan dapat memuaskan para siswa yang menjadi sasaran evaluasi tersebut.

Syarat-syarat evaluasi tersebut di antaranya, persyaratan validity, reliable, dan efisiensi. Validity terkait hal-hal yang seharusnya dievaluasi yang ingin diketahui dan diselidiki, dan soal-soal yang disusun dapat memberikan gambaran keseluruhan dari kesanggupan anak mengenai bidang tertentu. Reliable terkait keterpercayaan yaitu, bahwa soal yang disusun dapat memberikan keterangan tentang kesanggupan peserta didik yang sesungguhnya, serta tidak menimbulkan tafsiran yang beraneka ragam. Adapun efisiensi, berkaitan dengan kemudahan dalam pegadministrasian, penilaian, dan interpretasinya.

Selanjutnya prinsip-prinsip evaluasi tersebut di antaranya: prinsip kesinambungan (kontinuitas), menyeluruh (komprehensif), dan objektivitas, Kontinuitas terkait dengan keberlangsungan evaluasi tersebut dala kurun waktu tertentu yang dilaksanakan secara terus-menerus. Komprehensif terkait dengan materi evaluasi yang mencakup kepribadian, ketajaman hafalan, pemahaman, ketulusan, kerajinan, sikap kerja sama, tanggung jawab dan sebagainya, atau yang lebih dikenal dengan istilah kognitif, afektif dan psikomotorik. Adapun objektif terkait dengan kenyataan yang sebenarnya, serta tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat emosional dan irasional, serta yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, evaluasi juga dilaksanakan dengan prinsip bahwa apa yang dievaluasikan merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar, bersifat komparabel, yakni dapat dibandingkan antara satu tahap penilaian dengan tahap penilaian lainnya, serta memiliki kejelasaan bagi para siswa, dan bagi para pengajar itu sendiri.

Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan tuntunan Islam sebagai diingatkan dalam ayat al-Quran dan hadis sebagai berikut.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama dengan orang yang jujur. (Qs. At-Taubah:119).

“Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa kepada surga.” (HR. Bukhari-Muslim).

“Tinggalkan apa yang engkau ragu-ragu, kepada apa yang tidak engkau ragu-ragu. Sesungguhnya kebenaran itu membawa kepada ketenangan, dan dusta itu, membawa kepada keragua-raguan.” (HR. Turmudzi).

Rosa. Anggraeni/ Ratih Fuji L/ Risca Purnamasari/ VII-G

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s