Peserta Didik dalam Pendidikan Islam

Assalamualaikum wr.wb
Bismillahhirohmannirrohim, semoga hasilnya bagus
(siti jaronah/7G/IDI/peserta didik dalam Islam)

A. Pengertian peserta didik
Peserta didik dalam pendidikan islam adalah individu yang sedang tumbuh dan berkembang, baik secara fisik, psikologis, social dan religious dalam mengarungi kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Di dalam ajaran islam, terdapat berbagai istilah yang berkaitan dengan peserta didik, antara lain: tilmidz (jamaknya talamidz), murid, talib (jamaknya al-thullab), dan muta’alim.
Secara etimologi kosakata tilmidz yang berarti murid laki-laki, tilmidzah berarti murid perempuan. Selanjutnya kosakata murid lebih lanjut digunakan pada seseorang yang sedang menunjuk ilmu tingkat sekolah dasar, mulai dari Ibtidiyah sampai Aliyah. Kosakata istilah thalib berasal dari bahasa arab thalaba yathlubu thalaban, thaliban yang secara harfiah berarti orang yang mencari sesuatu, selanjutnya digunakan untuk peserta didik yang menempuh pendidikan tinggi. Adapun istilah muta’allim berasal dari kata allama yu’allimu muta’alliman, yang berarti orang yang sedang menuntut ilmu. Jadi, dari keseluruhan kosakata tilmidz, murid, thalib atau mutallim secara keseluruhan mengacu kepada nomenklatur peserta didik.
B. Karakteristik Peser ta Didik
Hal ini didasarkan pada sejumlah alasan sebagai berikut:
 Bahwa dengan memahami peserta didik dapat menentukan metode dan pendekatan dalam belajar mengajar
 Bahwa dengan memahami peserta didik dapat menetapkan materi pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan
 Bahwa dengan memahami peserta didik dapat memberikan pelakuan yang sesuai dengan fitrah, bakat, kecenderungan dan kemanusiaannya.
Karakteristik peserta didik dapat dibedakan berdasarkan tingkat usia, kecerdasan, bakat, minat, hobi, tempat tinggal dan budaya perbedaan ini dapat di dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Karakteristik peserta didik berdasarkan tingkat usia;
a. Tahap asuhan (usia 0-2 tahun) atau neonates
b. Tahap jasmani (usia 2-12 tahun)
c. Tahap psikologis (usia 12-20 tahun )
d. Tahap dewasa (20-30 tahun)
e. Tahap bijaksana (30 sampai akhir hayat)
2. Karakteristik Peserta Didik berdasarkan Teori Fitrah
 Dalam al-Qur’an Allah SWT menyatakan:
“Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan selurus-lurusnya (sesuai dengan kecenderungan aslinya); itulah fitrah Allah, yang Allah mnciptakan manusia di atas fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah itulah agama yang lurus, Namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya”. (QS.al-Rum: 30)

Selanjutnya di dalam hadis Rasulullah SAW menyatakan:
“ Setiap anak yang dilahirkan memiliki fitrah, sehingga kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Aswad bin sari)
Dengan demikian, dapat diketahui, bahwa fitrah yang ada pada manusia, ialah potensi dasar, yaitu berupa kecenderungan untuk beragama dan menyukai kebaika, kecenderungan untuk berilmu dan menyukai kebenaran, kecenderungan untuk berseni dan menyukai keindahan, kecenderungan untuk mengikuti nafsu biologis, nafsu syahwat, dan bakat bawaan yang diberikan oleh orang tua, serta naluri.
3. Karakteristik Peserta Didik berdasarkan tingkat kecerdasan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Binet Simon terhadap Intelligence Quotient (IQ) manusia, menunjukkan bahwa IQ yang dimiliki oleh setiap manusia berbeda-beda antara satu dan lainnya. Perbedaan IQ ini mengharuskan adanya perbedaan dalam memberikan pendidikan dan pengajaran. Dalam perkembangan selanjutnya, dewasa ini muncul aliran psikologis modern yang mengatakan, bahwa di samping memiliki kecerdasan intelektual (IQ), manusia juga memiliki kecerdasan bahasa, kecerdasan matematika, kecerdasan estetika, kecerdasan etika, kecerdasan social, kecerdasan emosional, dll.
4. Karakteristik Peserta Didik Berdasarkan Kondisi Sosial Ekonomi dan Budaya
Yang dimaksud dengan kondisi social ekonomi adalah kondisi objektif tentang kemampuan ekonomi peserta didik, serta status social yang mereka miliki. Dengan mengetahui latar belakang social ekonomi dan budaya tersebut, maka seorang guru dapat menentukan metode dan pendekatan yang tepat dalam memperlakukan mereka, serta membangun komunikasi yang tepat, wajar dan proporsional, tanpa ada maksud untuk memberikan perlakuan yang istimewa antara satu dan lainnya. Tugas memdidik ialah tugas professional, yang antara lain ditandai oleh kemampuan memahami keadaan peserta didik dalam seluruh aspeknya secara tepat, serta mampu menggunakan rancanagan materi pembelajaran, dan metode yang digunakan.
C. Akhlak Peserta Didik
Abd. Al-Amir Syams al-Din, secara sistematis mengemukakan pendapat Ibn Jama’ah tentang tiga hal yang harus dimilki oleh peserta didik dalam akhlak yaitu:
1. Akhlak terhadap diri sendiri
2. Akhlak terhadap pendidik
3. Akhlak terhadap kegiatan belajar mengajar
Selanjutnya, Mohammad Athiyah al-Abrasyi lebih jauh menyebutka 12 kewajiban yang harus dilakukan oleh pesert didik:
1) Membersihkan diri dari sifat-sifat tercela
2) Memiliki niat yang mulia
3) Meninggalkan kesibukan duniawi
4) Menjalin hubungan yang harmonis dengan guru
5) Menyenangkan hati guru
6) Memuliakan guru
7) Menjaga rahasia guru
8) Menunjukkan sikap sopan dan santun kepada guru
9) Tekun dan bersungguh-sungguh dalam belajar
10) Memilih waktu belajar yang tepat
11) Belajar sepanjang hayat
12) Memilihara rasa persaudaraan dan persahabatan.

tugas kelompok IDI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s