Pendidik dalam Pendidikan Islam

Assalamualaikum Wr.Wb
Sebelum memulai menulis sebaiknya membaca “Bismillah hirrohman nirrohim”

A. Pengertian Pendidik
Dalam Kamus Bahasa Indonesia dinyatakan, bahwa pendidik adalah orang yang memdidik. dalam pengertian lazim digunakan, pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan perolongan pada peserta didiknya dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaan, mampu berdiri sendiri dan memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah SWT, dan mampu melakukan tugas sebagai makhluk sosial dan sebagai makhluk indivdu yang mandiri. Sebagai kosakata yang bersifat generik, pendidik mencakup pula:
1. Guru
2. Dosen
3. Guru Besar
Di dalam al-qur’an dan as-Sunah yang meupakan sumbr utamanya ilmu pendidikan islam, terdapat sejumlah istilah yang mengacu kepada pengertian pendidik:
a. istilah al-murabbi antara lain dalam surat al-isra (17) ayat 24 yang artinya:
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:”Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua tela mendidik aku waktu kecil”.
b. istilah al-mu’allim dalam surat al-baqarh (2) ayat 151 yang artinya:
sebgaimana (kami telah menyemprnakan nikmat kami kepadamu) kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang memacakan ayat-ayat kami epada kamu dan menyucikan kamu da mengajarkan kepadamu al-kitab dan al-hikmah (as-sunah),serta mengajarkan kepada kamu apa yang belumkamu ketahui.
Adapunistilah ululal-bab ada pada surat Ali’imran (3) ayat 190-191:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, erta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orng yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentangpenciptaan langit dan bumi (seraya berkata):”Ya tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, mahasuci engkau, maka peliharalah kami dari sika neraka.
selanjutnya istilah al-muaddib antara lain dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:
“Tuhnku telah endidikku(memperbaiki akhlakku), maka perbaguslah didikan akhlak)-ku ini”.

B.Syarat-syarat Menjadi Tenaga Pendidik
Kedudukan uru sebagai tenaga profesional sebgaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, adalah berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran untuk meningkakan mutu pendidikan nsional. sementara itu pada pasal 5 UU No.14 Tahn 2005 tersebut dnyaakan, bahwa kedudukan dosen sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, teknoloi, dan seni serta pengabdi kepada masyarakat berfugsi untuk meningatkan utu pendididkan nasinal.
Profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusu yang dlaksanakan berdasarkan prinsip sebagai beikut:
1. memiliki minat, bakat
2. memiliki komitmen untuk menigkatkan mutu penidikan (IPTEK)
3. memiliki ualifiasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidng tugas
4. memiliki tanggung jawab atas pelasanaan tugas keprofesional
5. memliki kesematan untuk mngemangkan keprofesinalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hyat
6. memilki jaminan perlindngan hukum dlam melaksankan tugaskprofesional
7 memilk organisai profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprfesinalan guru.
Imam al-Ghazali misalnya melihat konsep etika pendidik sebgai berikut:
a. menerima segala problem peserta didik dengan hati dan sikap yang terbuka dan tabah
b. ersikap penyantun dan penyayang
c. menjaga kewibawaan dan kehormatannya dalam bertindak
d. bersikap lemah lembut dalam menghadapi peserta idik yang tingkat kecerdasanya rendah
e. meninggalkan sift marah dalam menghadapi masalahpeserta didik
f. memperbaiki sikap peserta didiknya, dan bersikap lembut terhadap peserta didik ang kurang lancar berbicra
g. menjadikan kebenaran sebagai cuan dalam proses pendidikan.
h.bersikap rendah hati ketika menyatu dengan kelompok masyarakat
Sejalan dengan itu Muhammad Athiyah al-Abrasyi berpendapat bahwa peserta didik harus:
1. mempunyai watak kebapakan sebelum menjadi seorang pendidik
2. adanya komunikasi yang aktif
3. memperhatikan kemampuan dan kondisi peserta didik
4. mengetahui kpentingan kebersama
5. mempunyai sifat-sifat keadilan, kesucian dan kesemprnaan
6 ikhlas dalam menjalankan aktivitasny
7. dalam mengajar selalu mengaitkan materi yang dajarkan dengan materi lainnya
8. memberi bekal kepada peserta didik dengan ilmu yang dibutuhkan masa depan
9. sehat jasmani dan rohani

(siti jaronah) 7G
tugas kelompok IDI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s